Selasa, 22 November 2011



x-P
Read more »

Selasa, 05 April 2011

Festival di Korea

Ragam Festival di Korea 


Negeri Ginseng sangat menghargai pentingnya menjaga keawetan kekayaan budaya dan sejarah lewat berbagai festival yang diselenggarakan sepanjang tahun. Festival-festival ini menampilkan kecantikan Korea yang paham betul akan nilai warisan sejarah dan budayanya. Festival-festival ini menjadi atraksi turis dan sangat layak untuk Anda kunjungi dalam perjalanan ke Korea.


Photo credits - Stinkie Pinkie

Festival Lumpur Boryeong

Juli, di Pantai Daecheon

Selama festival, turis dari berbagai belahan dunia datang ke Pantai Daecheon untuk menonton sebuah festival unik, merayakan khasiat lumpur Boryeong. Para pengunjung bisa berpartisipasi dalam beberapa aktivitas seperti gulat lumpur, meluncur di atas lumpur, berenang di kolam besar berisi lumpur, dan bersenang-senang! Pada malam hari, keramaian pindah ke arah pantai. Lengkap dengan musik dan kembang api, menjadikannya sebuah festival menyenangkan dan ramah keluarga.


Photo credits - zionorbi

Festival Ginseng

September, di Kabupaten Goumsan

Festival Ginseng, atau Geumsan Insam, adalah festival utama di Kabupaten Geumsan, Provinsi Chuncheongnam-do. Kabupaten ini adalah produsen terbesar ginseng di Korea, dan festival ini sengaja diadakan untuk mempromosikan manfaat ginseng Geumsan. Di sana terdapat juga beberapa pameran yang berhubungan dengan ginseng, penampilan musik rakyat, kontes menyanyi dan menari, dan pameran khusus untuk perdagangan ginseng internasional dan turis asing.


Photo credits - WSTAY.com

Festival Kunang-kunang Muju

Juni, di Sungai Namdaecheon

Festival Kunang-kunang Muju adalah festival ramah lingkungan untuk mengingat eksistensi kunang-kunang. Muju, tempat berlangsungnya festival ini, adalah daerah pegunungan yang indah. Di Korea, kunang-kunang hanya berasal dari sungai Namdaecheon di Muju. Kehadiran mereka penting bukan hanya sebagai ukuran kelestarian lingkungan, tapi juga bagian dari cerita rakyat di daerah sekitar sungai Namdaecheon. Berbagai acara dengan tema kunang-kunang meramaikan festival sekaligus mendidik pengunjung akan pentingnya hubungan antara manusia dan alam.


Photo credits - waegook cook

Festival Budaya Hyoseok

September, di Desa Budaya Bongpyeong

Festival Budaya Hyoseok mengombinasikan sastra dan pariwisata. Festival ini diselenggarakan untuk memperingati Bongpyeong sebagai tempat lahirnya Lee Hyo-Seok, novelis penting asal Korea. Rangkaian festival ini berfokus pada salah satu cerpen Hyo-Seok yang paling terkenal, saat kembang buckwheat bermekaran di Bongpyeong. Ada juga tur ke berbagai tempat yang disebut dalam cerita pendek itu. Mungkin turis asing tidak akan sepenuhnya menghargai makna historis dan budaya festival ini, meski begitu festival ini tetap layak didatangi untuk menikmati keindahan alam Bongpyeong.


Photo credits - WSTAY.com

Festival Gwacheon Hanmadang

September sampai Oktober, di Kota Gwacheon

Setiap musim gugur di Kota Gwacheon, festival ini adalah perayaan atas semangat seni jalanan. Hanmadang berarti "tempat orang bisa berkumpul", dan memang itulah yang ditampilkan dalam festival, berbagai penampilan pilihan di ruang-ruang publik seperti pinggir jalan utama, panggung terbuka, dan banyak lagi. Macam penampilan yang bisa Anda nikmati termasuk teater jalanan, drama Madang, atraksi sirkus, dan tarian jalanan.

Festival Lampion Jinju Namgang

Oktober, di kawasan pinggir sungai Namgang

Parade lampion dengan warna-warna luar biasa memenuhi sungai Namgang, tepat di seberang Benteng Jinjuseong dan Paviliun Chokseongnu. Festival ini berawal dari pertempuran Jinjuseong pada masa paling menderita dari invasi Jepang, sebelum kemudian berubah menjadi Festival Lampion. Pemandangan spektakuler lampion yang berderet mengambang di sepanjang sungai dan atraksi kembang api membuat festival ini populer di seluruh negeri.


Photo credits - Julie Facine

Festival Tari Topeng Andong

akhir September, di Hahoe

Festival Tari Topeng Andong adalah yang terbesar di Hahoe, biasanya diselenggarakan akhir September atau awal Oktober. Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan dari kelompok tari Korea atau internasional yang mengangkat tema cerita rakyat tradisional. Tema festival berpusat pada tari-tari topeng yang tujuannya menenangkan mahluk-mahluk gelisah di sekitar Hahoe. Kini, festival ini bukan hanya menampilkan berbagai tari topeng tradisional Korea, tapi juga tari-tari tradisional dari seluruh dunia.
Read more »

Sabtu, 02 April 2011

Melancong Nyooook . . >>

Mengikuti Jejak Makanan di Kota Tua Georgetown, Penang

Siapapun yang sudah pernah ke Penang akan jatuh cinta pada pesona, pemandangan kota, rasa dan aroma di Kota Tua Georgetown, kawasan kota tua yang menjadi Situs Warisan Budaya UNESCO pada 2008.

Berjalan mengelilingi Georgetown berarti mengelilingi sejarah berusia 200 tahun — sebuah koleksi eklektik berisi bangunan tua dalam berbagai gaya, dari art deco sampai Cina Klasik, dari masjid sampai kuil Buddha, vila kolonial Inggris sampai arsitektur bergaya Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Dan makanannya yang sangat tenar! Malaysia Tradisional, Cina, dan hidangan India semua ditawarkan di sini, termasuk juga hidangan campuran seperti Baba Nyonya, yang memadukan bahan-bahan lokal regional dengan gaya memasak Cina dan Malaysia.

Di Georgetown, kios makanan pinggir jalan yang menawarkan jajanan lokal paling segar dan menggiurkan terselip di antara tatanan arsitektur, seni serta budaya tradisional.



Rumah toko yang dibangun sejak awal abad 20 telah dilestarikan dan kebanyakan masih dikelola oleh anggota keluarga yang sejak dulu memang tinggal di sana.



Tuan Tan memasak Hokkien Char, mi telur goreng dengan makanan laut. Kios makanan ditemukan hampir di setiap pojok Georgetown dan mereka langsung memasak bahan-bahan segar saat Anda memesan makanan.


Makanan favorit dari banyak pedagang, Char Kway Teow, adalah kwetiau yang digoreng dengan udang, kerang dan taoge.



Bangunan dan rumah toko di Georgetown yang berwarna-warni dan eklektik memadukan desain dari Eropa, Asia Tenggara dan Cina, dari berbagai periode arsitektural.



Tuan Yakkup, penjual teh, membuat minuman favorit Malaysia bernama Teh Tarik. Nama ini diambil dari proses penuangan saat membuat teh. Terbuat dari teh hitam dan banyak susu kental manis.



Penjual pasta kari melakukan pekerjaannya sejak pagi hari.



Dim sum adalah sarapan favorit di Georgetown, tapi di sini, dim sum menjadi lebih berkesan dibanding di tempat-tempat lain.



Tuan Lee, 82 tahun, sudah membuat hio di Georgetown sejak 60 tahun lalu. Ia menggunakan bubuk cendana terbaik yang diimpor dari Australia yang memunculkan aroma sangat menyenangkan.



Yu char kuih, gorengan tepung khas Cina (cakwe) , sangat mudah ditemukan dalam hidangan Cina. Kakak beradik Chew membuatnya dengan resep yang dibawa ayah mereka saat pindah dari Xiamen ke Georgetown. Hasilnya adalah yu char kuih yang rasanya lebih ringan dan baunya lebih harum dari versi aslinya.



Masjid Kapitan Keling di Georgetown saat matahari terbenam.
Read more »

 
Cheap Web Hosting | Top Web Hosts | Great HTML Templates from easytemplates.com.